Jemaah Surabaya Wafat Sebelum Naik Pesawat

Siapa sangka siapa kira H. Soepardi, SH bin Laiman Kromoreso harus menghadap Sang Pencipta sesaat sebelum memasuki pesawat yang hendak menerbangkannya ke Tanah Air di Bandara Raja Abdul Aziz Jeddah hari Jumat, 19 Desember kemarin.

Menurut Drs. H. Mustain, ketua kloter 21, sebelumnya pria kelahiran Surabaya itu sehat-sehat saja, tetapi selama haji dia selalu kuatir akan istri tercintanya yang sering jatuh saat menjalankan ibadah haji bersamanya. Satu jam saat akan naik pesawat tiba-tiba suami Istiyani RR binti Moh. Ishak RP ini mendadak dipanggil Sang Ilahi.

Menurut hasil pemeriksaan dokter, pria kelahiran 12 Desember 1934 itu meninggal dunia akibat Pulmonary Diseases (Bronchtis Chronis) dengan gejala sesak nafas, pada hari Jumat tanggal 19 Desember 2008 pukul 13.45 WAS di Bandara King Abdul Aziz.

Jenazah pria yang beralamat di Jalan Papaya No. 17 RT.09 RW.01 Sukun Pisangcandi Sukun Malang itu langsung dimakamkan di Jeddah. Sedangkan Istiyani, 70 tahun sang istri tercinta harus pulang ke Indonesia, dan telah tiba di Bandara Juanda Surabaya, Sabtu, 20 Desember pukul 07.48 WIB tadi pagi bersama kloter 21.

Kedatangan jemaah haji bandara Debarkasi Surabaya hari Sabtu, 20 Desember ini diawali kloter 19 yang mendarat di Bandara Juanda Surabaya pukul 05.18 WIB dengan keterlambatan 8 menit dari jadwal, disusul kloter 20 yang tiba pukul 06.51 WIB dengan keterlambatan 41 menit. Berikutnya kloter 21 datang pukul 07.48 WIB lambat 30 menit, dan terakhir kloter 18 yang menggunakan pesawat Garuda tiba di Juanda pada pukul 09.50 WIB angka keterlambatan 305 menit dari jadwal semula.

Jumlah kedatangan sampai dengan kloter 21, adalah 9.334 jemaah dan 105 petugas, total 9.459 jemaah. Mutasi keluar 24, mutasi masuk 10. (N.Y. Shirotol Mustaqim/MCH Surabaya))

%d blogger menyukai ini: