Minyak Turun, Biaya Haji Belum Jelas

Jakarta (MCH). Kendati minyak dunia termasuk bahan bakar pesawat avtur mengalami penurunan harga, Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni menyatakan, belum bisa memastikan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji atau Ongkos Naik Haji tahun 1429 H/ 2009 juga akan turun.

“Kita belum bisa memastikan apakah tarif ONH akan turun karena selain penerbangan juga ada tarif pemondokan, transportasi dan katering. Kalau semua ini bisa turun, maka kemungkinan tarif ONH akan diturunkan,” kata Menag usai membuka acara Internasional Islamic Expo 2009 di Balai Kartini, Jakarta, Sabtu (14/2).

Ia menegaskan, Depag bersama anggota dewan memang ada pembicaraan agar BPIH bisa turun terkait perkembangan harga minyak dunia yang juga menurun. Tetapi hal itu bukan berarti BPIH bisa turun derastis lantaran komponen BPIH bukan hanya transportasi penerbangan terkait dengan harga avtur.

”Soal sewa pondokan ini, belakangan ini makin mempersulit jemaah haji Indonesia karena sekitar 5000 pondokan pada medio 2009 terkena penggusuran perluasan proyek perluasan Masjidil Haram,” ujarnya.

Jadi, kata Menag, soal penurunan ONH ini masih dalam proses perjuangan karena semua aspek detail komponennya harus diperhitungkan secara cermat.

Ia juga mengatakan, pada 2009 Depag juga akan memberikan kesempatan bagi maskapai selain Garuda, dan Saudi Airlines untuk memberangkatkan jamaah haji ke Tanah Suci. “Kita memberikan kesempatan asal semua izinnya telah dipenuhi,” ujarnya.

Pameran Internasional Islamic Expo 2009 berlangsung dari 14-17 Februari. Pameran berisi tentang perusahaan yang menyelenggarakan umrah, haji dan perjalanan wisata muslim. Pameran juga berisi stan hotel dari Arab, travel biro dari Timur Tengah, penyelenggara ONH Plus atau BPIH Khusus dan Departemen Agama. Pengunjung masuk ke pameran ini tidak dikenakan biaya. (H. Kadar S)

Paspor Haji Sebuah Dilema

Jakarta, 16/2 (MCH)- Menteri Agama M. Maftuh Bayuni mengutarakan adanya dilematis yang dihadapi pemerintah pada penyelenggaraan haji pada 2009 terkait adanya permintaan pemerintah Arab Saudi bahwa untuk musim haji mendatang harus menggunakan paspor internasional.

Ia menuturkan hal itu saat membuka Pameran Internasional Islamic Expo 2009 di Balai Kartini Jakarta yang berlanggung dari 14-17 Februari. ”Kalau kita turuti permintaan Arab Saudi, kita melawan undang-undang kita, lalu kalau tidak, jemaah haji kita bisa bermasalah,” ujarnya.

Pemerintah Indonesia, katanya, mencermati dengan seksama kebijakan pemerintah setempat menyangkut paspor internasional yang berlaku bagi seluruh jemaah haji di dunia.

Terkait hal itu Indonesia telah mengirim surat dan minta toleransi waktu dalam menerapkan kebijakan mengenai paspor haji. Sebab, penggantian paspor haji, kata Menag, bukan hanya menyangkut persoalan teknis, tapi substansial dan yuridis terkait dengan UU No.43 tahun 1999 tentang imigrasi dan UU No.17/1999 sebagaimana diubah dengan UU No.13/2008 tentang penyelenggaraan haji.

Selama ini pengurusan dan penggunaan paspor haji tak menimbulkan masalah. Karena itu ia berharap kebijakan baru mengenai paspor haji tidak berpengaruh terhadap kelancaran penyelenggaraan haji tahun berikutnya. (kadar)

%d blogger menyukai ini: