Tentang Aku

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Nama Aris Prasetyo alamat Madiun

salah satu Anggota Haji Al _Mabrur 2002

Saya sengaja bikin Web ini untuk memudahkan anggota Haji Al-Mabrur th 2002 umumnya dan anggota arisan Haji pd khususnya, untuk mengakses kegiatan baik yg telah terlaksana di masa yang lalu, maupun kegiatan yang akan dilaksanakan mendatang, semoga dengan adanya web ini dapat membantu seluruh anggota Al-Mabrur th 2002 untuk semakin erat tali Silaturrakhim-nya. Amiin

Situs ini jauh dari sempurna untuk itu saya mohon dengan sangat kepada seluruh Jamaah Haji Al-Mabrur umumnya dan Anggota Arisan Haji Al -Mabrur th 2002 +++ Khususnya untuk memberi komentar, kritik, saran dll, dikolom komentar. Saya mohon maaf apabila dalam tampilan web ini kurang berkenan dihati pembaca, “Tak ada gading yang tak retak, tak ada manusia yang sempurna ” sekian

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Kirim Kritik, Saran Masukan atau Berita terbaru, Naskah, Siraman Rohani dll di :
Email : Pt_basm2@yahoo.com
InsyaAllah Bermanfaat. Amiiinn
Buka Kategori di samping kiri ini

8 Komentar

  1. Sunarko tidak said,

    24 Oktober 2008 pada 10:55 am

    Salaam.
    Kang Aris, blog-nya sudah bagus sekali. Menjadi kurang daya tariknya ketika blog ini semakin kedaluarsa he he he … ( maksudnya terus diupdate secara continue gitu loh … ).

    Akan menjadi lebih lengkap lagi, apabila ada sebuah ruangan yang berisi artikel-2 penyejuk qalbu. Dan setiap orang boleh menyumbangkan artikel di alamat ini dengan meng-upload-nya. Namun sensor sebaiknya tetap ada, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

    Kata ikhlas yang biasa kita ucapkan, akan semakin terasa sangat indah ketika diamalkan dengan penuh pemahaman. Memang tidak mudah untuk menanamkan sebuah pemahaman di dalam lubuk hati kita ini. Perlu upaya yang sungguh-2 untuk mendapatkannya, mengingat penghalang utamanya sudah bercokol lebih dulu di dalam dada kita. Yaitu “hawa nafsu” yang senantiasa berupaya menguasai.

    Semoga melalui sarana ini bisa membantu dalam penyampaian ilmu al haq untuk memudahkan kita dalam memahami sebuah perkara yang kita hadapi.

    Kang Aris, ini sebuah upaya yang sangat baik untuk menebar kebenaran di muka bumi ini, khususnya di kalangan paguyuban jama’ah kita. Semoga dengan dilandasi “lillahi ta’ala”, menjadi sebuah amal sholeh kita semua. Amin.

    Wassalam,
    sunarko@gmail.com

  2. Narko said,

    24 Oktober 2008 pada 3:39 pm

    Hlo … komentarku kok gak muncul pak Aris … opo ke-delete ?

  3. 25 Oktober 2008 pada 9:11 am

    sebetulnya paling lambat 1minggu sekali web saya update lho, klik di ” Harus Anda Buka ” masuk Ilmu atau Info Haji. jadi klu buka semua pak H.Narko. terima kasih kritiknya. saya mohon klu ada literatur yang bagus bisa kirim langsung lewat komentar ini atau di email : Pt_basm2@yahoo.com

  4. 25 Oktober 2008 pada 9:14 am

    Komentar bisa saya tayangkan paling cepat 1 X 24 Jam ( kerja / senen – jum’at ) keculai ada pemberitahuan lewat tlp/sms. terima kasih……..

  5. Sunarko said,

    28 Oktober 2008 pada 9:53 am

    Salaam.
    Pak Haji … saya usul lagi, kalau bisa untuk kelompok artikel ( ilmu ) yang ditampilkan indeks judul artikelnya saja ( supaya tidak terlalu panjang naik dan turunnya ). Untuk artikel yang dikehendaki saja yang diklik dan tampil untuk dibaca. Dengan demikian mudah untuk mengetahui artikel-2 yang ada di blog ini.
    Wassalam.

  6. Sunarko said,

    28 Oktober 2008 pada 9:59 am

    Khalifah Umar bin Khaththab GILA

    Memang betul, Khalifah Umar bin Khaththab telah berubah ingatan. Banyak yangmelihatnya dengan mata kepala sendiri. Barangkali karena Umar di masamudanya sarat dengan dosa, seperti merampok, mabuk-mabukkan, malah sukamengamuk tanpa berperi kemanusiaan, sampai orang tidak bersalah banyak yangmenjadi korban. Itulah yang mungkin telah menyiksa batinnya sehingga iaditimpa penyakit jiwa.

    Dulu Umar sering menangis sendirian sesudah selesai menunaikan salat. Dantiba-tiba ia tertawa terbahak-bahak, juga sendirian. Tidak ada orang lainyang membuatnya tertawa. Bukankah hal itu merupakan isyarat yang jelas bahwaUmar bin Kaththab sudah gila?

    Abdurrahman bin Auf, sebagai salah seorang sahabat Umar yang paling akrab,merasa tersinggung dan sangat murung mendengar tuduhan itu. Apalagi, hampirsemua rakyat Madinah telah sepakat menganggap Umar betul-betul sinting. Dan,sudah tentu, orang sinting tidak layak lagi memimpin umat atau negara.

    Yang lebih mengejutkan rakyat, pada waktu melakukan salat Jum’at yang lalu,ketika sedang berada di mimbar untuk membacakan khotbahnya,sekonyong-konyong Umar berseru, “Hai sariah, hai tentaraku. Bukit itu, bukititu, bukit itu!”Jemaah pun geger. Sebab ucapan tersebut sama sekali tidak ada kaitannyadengan isi khotbah yang disampaikan. “Wah, khalifah kita benar-benar sudahgila,” gumam rakyat Madinah yang menjadi makmum salat Jumat hari itu.

    Tetapi Abdurrahman tidak mau bertindak gegabah, ia harus tahu betul, apasebabnya Umar berbuat begitu. Maka didatanginya Umar, dan ditanyainya,”Wahai Amirul Mukminin. Mengapa engkau berseru-seru di sela-sela khotbahengkau seraya pandangan engkau menatap kejauhan?” Umar dengan tenangmenjelaskan, “Begini, sahabatku. Beberapa pekan yang lewat aku mengirimkanSuriah, pasukan tentara yang tidak kupimpin langsung, untuk membasmi kaumpengacau. Tatkala aku sedang berkhotbah, kulihat pasukan itu dikepung musuhdari segala penjuru. Kulihat pula satu-satunya benteng untuk mempertahankandiri adalah sebuah bukit dibelakang mereka. Maka aku berseru: bukit itu,bukit itu, bukit itu!”

    Setengah tidak percaya, Abdurrahman megerutkan kening. “Lalu, mengapa engkaudulu sering menangis dan tertawa sendirian selesai melaksanakan salatfardhu?” tanya Abdurrahman pula. Umar menjawab, “Aku menangis kalau teringatkebiadabanku sebelum Islam. Aku pernah menguburkan anak perempuankuhidup-hidup. Dan aku tertawa jika teringat akan kebodohanku. Kubikin patungdari tepung gandum, dan kusembah-sembah seperti Tuhan.”

    Abdurrahman lantas mengundurkan diri dari hadapan Khalifah Umar. Ia belumbisa menilai, sejauh mana kebenaran ucapan Umar tadi. Ataukah hal itu justrulebih membuktikan ketidakwarasannya sehingga jawabannya pun kacau balau?Masak ia dapat melihat pasukannya yang terpisah amat jauh dari masjidtempatnya berkhotbah?

    Akhirnya, bukti itupun datang tanpa dimintanya. Yaitu manakala sariah yangkirimkan Umar tersebut telah kembali ke Madinah. Wajah mereka berbinar-binarmeskipun nyata sekali tanda-tanda kelelahan dan bekas-bekas luka yangdiderita mereka. Mereka datang membawa kemenangan.

    Komandan pasukan itu, pada hari berikutnya, bercerita kepada masyarakatMadinah tentang dasyatnya peperangan yang dialami mereka. “Kami dikepungoleh tentara musuh, tanpa harapan akan dapat meloloskan diri dengan selamat.Lawan secara beringas menghantam kami dari berbagai jurusan. Kami sudahluluh lantak. Kekuatan kami nyaris terkuras habis. Sampai tibalah saat salatJumat yang seharusnya kami kejakan. Persis kala itu, kami mendengar sebuahseruan gaib yang tajam dan tegas: “Bukit itu, bukit itu, bukit itu!” Tigakali seruan tersebut diulang-diulang sehingga kami tahu maksudnya.Serta-merta kami pun mundur ke lereng bukit. Dan kami jadikan bukit itusebagai pelindung di bagian belakang. Dengan demikian kami dapat menghadapiserangn tentara lawan dari satu arah, yakni dari depan. Itulah awal kejayaan

    kami.”

    Abdurrahman mengangguk-anggukkan kepala dengan takjub. Begitu pulamasyarakat yang tadinya menuduh Umar telah berubah ingatan. Abdurrahmankemudian berkata, “Biarlah Umar dengan kelakuannya yang terkadang menyalahiadat. Sebab ia dapat melihat sesuatu yang indera kita tidak mampu melacaknya”

    Dari buku Kisah Teladan – K.H. Abdurrahman Arroisi

  7. 28 Oktober 2008 pada 10:31 am

    Tampilan WordPress Versi free ya fasilitasnya memang gini pak Haji Narko klu berbayar bisa di up grade sesukanya, jadi harap untuk dimaklumi adanya. terima kasih. Yang lain kasih komentar dong, jangan Pak H. Narko aja……….haaaaaaaaaaaa

  8. 2 November 2008 pada 8:08 pm

    Sekarang pengunjung bisa langsung kasih komentar tanpa harus menunggu konfirmasi. thank


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: