Banyak Penyimpangan Penyelenggaraan Haji

Jakarta (MCH). Sejumlah kasus penyimpangan terjadi dalam terjadi dalam penyelenggaraan haji tahun 1429 Hijriyah/2008 yang baru saja usai. Demikian diungkapkan Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni pada Rakernas Evaluasi Penyelenggaraan Haji 1429 H di Jakarta.

“Saya mencatat sejumlah kasus yang dilakukan oknum-oknum tertentu. Karena itu pihaknya diberikan sanksi yang sepadan, dan kalau melibatkan pegawai Departemen Agama akan saya ambil tindakan yang tegas,” tandas Maftuh pada acara yang berlangsung 17-19 Januari ini. Menurutnya, akibat dari pelanggaran dan penyimpangan masyarakatlah yang menjadi korban.

Menag memaparkan, dalam penyelenggaraan haji tahun 1429 H lalu sejumlah kasus yang muncul antara lain; pertama, pendaftaran lintas provinsi secara tidak sah yang mengakibatkan hampir 2000 pendaftaran semacam itu dibatalkan oleh pemerintah daerah setempat.

Kedua, kasus berangkat haji dengan menggunakan paspor atas nama orang lain yang mengakibatkan pelakunya dideportasi dan berurusan dengan polisi, dan ketiga ratusan jemaah haji khusus yang stranded di Kuala Lumpur beberapa hari meskipun akhirnya dapat berhasil juga ke Arab Saudi.

“Saya juga prihatin dan menyayangkan masih bermunculnnya orang-orang yang tidak bertanggungjawab memberangkatkan jemaah di luar sistem yang sudah diatur dalam undang-undang,” kata Maftuh.

Menurutnya, praktek tersebut mengakibatkan timbulnya persoalan baik di tanah air maupun di Arab Saudi, seperti sejumlah jemaah haji yang kebingungan dan memerlukan waktu yang panjang berurusan dengan imigrasi di Bandara Jeddah, bahkan ada yang tertunda berhari-hari karena tidak memiliki tiket yang sah, dan ada pula yang batal berangkat atau bahkan ada yang diberangkatkan akan tetapi hanya sampai di Jakarta saja.

Terkait dengan evalusi penyelenggaraan haji 1429 H, Menag meminta dilakukan dengan tulus dan sungguh-sungguh sehingga menghasilkan pikiran-pikaran yang cerdas yang dapat memberikan kontribusi bagi perbaikan penyelenggaraan haji yang akan datang.

Menag mengatakan,penyelenggaraan haji 1429 H secara umum dapat dikatakan berhasil, Namun demikian masih ada persoalan yang menonjol seperti masalah pemondokan di Makkah yang sebagian besar lokasinya jauh dari Masjidil Haram sebagai dampak dari perluasan Masjidil Haram. Selain itu, masalah transportasi dari pemondokan ke Masjidil Haram yang tidak dapat berjalan maksimal pada saat lebih dari 3 juta jemaah haji dari seluruh penjuru dunia berkumpul di kota suci Makkah, beberapa hari menjelang dan pasca Armina.

Disamping masalah itu, juga tentang keterlambatan kedatangan pesawat yang membawa jemaah dari Arab Saudi, menurut Menag, sangat mengganggu kelancaran penyelenggaraan haji. Terlepas dari apa penyebabnya, seperti gate atau kerusakan pesawat yang pasti mengganggu rangkaian kegiatan,” tandasnya.

Kepala Kanwil Depag Sumatra Barat Drs H. Darwas mengatakan, penyelenggaraan haji tahun 2008 di Embarkasi Padang dapat dilaksanakan dengan baik, hanya masih terjadi delay saat kedatangan jemaah. Bahkan keterlambatan pesawat Garuda sampai puluhan jam, yang sudah tentu mengganggu kelancaran kegiatan. “Semua berlangsung aman, masalah kami hanya keterlambatan,” ujarnya. (Kadar Santoso)

http://www.informasihaji.com

1 Komentar

  1. h sunarto said,

    26 Januari 2009 pada 3:06 pm

    Depag kurang maximum kerjanya dana foya2 kenapa pemondokan harus jauh, garuda terlambat kita bisa claim naik taxi ke Jakarta saja terlambat ganti tiket apalagi Garuda.


%d blogger menyukai ini: