Rona Saudi: Perceraian Meningkat Tajam

Jakarta (MCH). Perceraian di Arab Saudi dilaporkan meningkat selama tahun 2008 lalu. Jika pada tahun 2007 mencapai 1.500 kasus perbulan, pada tahun 2008 meningkat menjadi 1.980 kasus perbulan. Hal ini diumumkan oleh Kementerian Kehakiman Kerajaan Arab saudi yang dikutip harian Arab News edisi Kamis, 15 Januari hari ini.

Menurut data tersebut, tahun 2008 terdapat 24.428 kasus perceraian. Hal ini meningkat 5.663 kasus dari tahun sebelumnya yang mencapai 18.765 kasus. “Rata-rata perkawinan tahun 2008 mencapai 9.480 kasus dan perceraian mencapai 1.980 kasus setiap bulannya,” bunyi laporan tersebut. Yang unik, hanya 15.851 kasus perkawinan yang didafatarkan di kementerian tersebut, sementara 99.698 kasus perkawinan hanya dicatat di kantor pencatatan nikah setempat. Riyadh merupakan wilayah tertinggi angka perceraiannya, yaitu 7.085 kasus, kemudian disusul Mekah dengan 5.749 kasus.

Menurut konsultan kesehatan keluarga Arab Saudi, Dr. Ahmed Abdul Moneim, perceraian terjadi karena semakin kosongnya nilai agama warga Arab Saudi. Ditambah lagi dengan godaan konsumtif di luar, ikut campur orangtua, serta pendaoatan yang rendah.
“Neraka perceraian tidak hanya dialami mereka yang cerai saja tapi lambat laun akan juga menimpa ana-anak mereka yang akan terkena tekanan kejiwaan,” kata Moneim. (Musthjafa Helmy)

%d blogger menyukai ini: