Jamaah Haji Agar Jaga Kemabruran Hajinya

Bekasi (MCH). Para jamaah haji yang sudah tiba kembali di kampong halamannya masing-masing diharapkan bisa tetap menjaga kemabruran hajinya yang telah diperoleh saat melakukan ibadah haji di tanah suci. Pesan ini disampaikan Kakanwil Departemen Agama Propinsi Jawa Barat, Drs.H. Muhaimin Luthfi MM, di Asrama Haji Bekasi, Jum`at (9/1) malam sambil menunggu kedatangan kloter akhir Bekasi.

“Saya berharap agar para jamaah haji sekembalinya di kampung halamannya masing-masing tetap bisa mempertahankan kemabruran hajinya, yaitu dengan tetap menjalankan amalan-amalan yang baik seperti saat menjalankan ibadah dengan baik di tanah suci,” tutur Muhaimin.

Hal itu dia tegaskna mengingat banyak masyarakat muslim yang sudah mempunyai niat untuk menunaikan ibadah haji namun belum kesampaian niatnya terkait kendala ekonomi misalnya. Karena itu wajar saja jika kemudian Muhaimin mengingatkan kembali bagi jamaah yang telah berhasil menunaikan ibadah haji diharapkan tetap bisa menjaga ibadahnya dengan baik. Ketika di tanah suci rajin ke masjid di kampung hendaknya ya rajin ke masjid.

“Apalagi indikator haji mabrur salah satunya adalah sifatnya harus lebih baik daripada sebelum menunaikan haji, tambah dermawan dan kepedulian kepada masyarakat tampak terlihat dalam amalan-amalan saleh. Kan sayang sudah dengan susah payang mengeluarkan tenaga dan materi untuk pergi haji, tapi ketika kembali ke kampung halaman tidak bisa mempertahankan kemabruran hajinya,” tegasnya.

Kakanwil Depag Jabar menambahkan, menunaikan ibadah haji berbeda dengan ibadah-ibadah lain. Artinya kadang ada tangan-tangan Allah yang secara mutlak ikut mempengaruhi yang kemudian manusia tidak bisa memprediksinya. Dia mencontohkan ada calon jamaah haji di Jawa Barat sudah mengadakan “ratiban” (selamatan) tetapi akhirnya tidak jadi berangkat.

“Inilah yang saya sebut bahwa dalam kepergian haji seseorang ada campur tangan iradat Allah, cuma kadang-kadang manusianya tidak sadar, ” papar Muhaimin yang malam itu mengenakan kemeja batik. (H.M. Nashir Maqsudi)

sumber http://www.informasihaji.com

%d blogger menyukai ini: