Seorang Jemaah Indonesia Tidak Bisa Pulang

Madinah (MCH). Seorang jemaah haji Indonesia asal kloter (kelompok terbang) 68 SUB (Surabaya) kemungkinan tidak bisa pulang ke Tanah Air pasca proses pemulangan haji berakhir pada 9 Januari mendatang.

“Itu sesuai hasil sweeping (penyisiran) jemaah sakit yang kami lakukan hingga Senin (5/1) malam WAS,” kata staf Sanitasi dan Surveilans/Pendataan Kesehatan (Sansur) Madinah Kamal Kasra SKM MQIH di Madinah, Senin siang WAS (Senin malam WIB).

Didampingi staf Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Madinah dr Khusnul Huda, ia mengatakan jemaah kloter 68 SUB Ny Sri Yunarlin binti Radi itu baru saja menjalani operasi pada 5 Januari lalu.

“Karena itu, dia baru diizinkan pulang ke Tanah Air setelah tujuh hari pascaoperasi, padahal proses pemulangan berakhir pada 9 Januari, sehingga dia kemungkinan pulang pada 12 Januari,” katanya.

Menurut dia, hasil sweeping terakhir mencatat 23 jemaah sakit di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS), namun dua di antaranya meninggal dunia di RSAS King Fahd, Madinah pada hari yang sama.

“Pada Senin (5/1) itu, dua jemaah wafat adalah Uba bin Jumsari (76) asal kloter JKS 74 dari desa Sarimanggu, kecamatan Karangnunggal, kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat yang meninggal dunia pukul 03.00 WAS (08.00 WIB) akibat sakit gangguan sistem sirkulasi,” katanya.

Selain itu, Supriyadi bin Suwandi dari kloter 65 SUB yang meninggal dunia pukul 20.00 WAS (Selasa 6/1 dinihari pukul 00.00 WIB) akibat perdarahan di otaknya.

Ke-23 jemaah yang di-sweeping itu tercatat 20 jemaah sakit di RSAS King Fahd, seorang di RSAS Al-Anshar (dekat Masjid Ijabah), seorang di RS Uhud (dekat Jabal Uhud), dan seorang jemaah sakit di RS Al-Adar (dekat Masjid Quba).***

%d blogger menyukai ini: