Mina Berubah Menjadi Yaman Kecil

Mekah (MCH). Tahapan keempat jamarat di Mina mulai dikerjakan lagi. Sebagai mega proyek yang sangat memerlukan banyak pekerja, perusahaan mempekerjakan jemaah yang overstay untuk menangani konstruksi terutama jemaah asal Yaman yang bersedia diberi upah rendah. Karena itu wilayah Mina kini juga dikenal dengan sebutan Yaman Kecil.

Tak hanya itu, dengan membanjirnya pekerja liar Yaman di Mina, otomatis ikut membanjir pula pedagang ikutan yang memadati salah satu jembatan di Mina yang menjual baju, sepatu, ponsel bekas, rokok, dan lain sebagainya, termasuk makanan Yaman yang lezat.

Abu Al-Qasim, pendatang haram asal Yaman bertutur bahwa ia tinggal di Jabal Nur kawasan Mekah. “Saya tidak memiliki pekerjaan atau sumber pendapatan di Yaman. Setahun lalu saya bertemu dengan sesama Yaman yang menyarankan saya untuk pergi ke Mina di mana saya bisa tinggal dan bekerja,” ujar Abu Al-Qasim. “Saya telah nyaman tinggal di Mina sejak beberapa lama dan mendapatkan uang,” katanya, menambahkan. Bahkan, di Mina dia bertemu keluarga yang dia tidak bertemu selama 20 tahun karena adanya sengketa keluarga. “Kami telah berdamai,” katanya.

Ketika ditanyakan tentang razia? “Kalau mereka muncul tiba-tiba maka saya segera sembunyikan di sekitar gunung Mina dan tunggu sampai mereka pergi,” katanya seperti dikutip harian Arab News edisi Senin, 5 Januari hari ini.

Naji Hassan, anak muda asal Yaman mengaku bekerja selama sembilan bulan di proyek di Mekah dan ia dapat mengantungi tabungan 2.500 Riyal sebulan, atau sekitar Rp 7,5 juta. “Uang saya pakai untuk membuka sebuah kafe kecil jual sarapan buat pekerja, termasuk jual makan siang, “katanya.

Sisa kayu proyek ia manfaatkamn untuk membuat meja. Dari usaha ini ia bisa bekerja sama dengan sebuah pabrik roti di Mekah untuk memasok sekitar 2.000 pekerja Yaman dengan keuntungan sekitar 250 Riyal sehari, atau Rp 750.000. “Usaha kami tak memerlukan biaya. Tanpa dekorasi dan juga tanpa izin. Saya mendapatkan banyak uang dari bisnis ini, ” katanya.

Ahmed Naji, warga Yaman yang lain memanfaatkan ketakutan warga Arab Saudi menjual rokok. Ia tangkap peluang itu dan jual rokok 1 Riyal di atas harga banderol. “Dari sana saya sudah dapat keuntungan antara 50 Riyal hingga 80 Riyal sehari,” katanya.

Menurut Kolonel Ayedh Al-Lukmani, direktur Imigrasi Mekah, pihaknya tetap akan keras melakukan razia. “Sudah banyak pendatang haram yang kami tangkap dan kami deportasi,” katanya. Ia terus lakukan razia dan mengejar mereka sampai ke gunung sekalipun. (Musthafa Helmy)

%d blogger menyukai ini: