Pesawat Haji Bawa Barang Kloter Lain

Solo (MCH). Suasana asrama haji Donohudan tiga hari terakhir yang selalu nampak sepi di siang hari bukan berarti tidak ada aktifitas, pasalnya kedatangan jamaah haji berlangsung pada malam hingga dini hari. Seperti kedatangan jamaah haji kloter 56, 57 dan 58 berlangsung Jumat malam sampai Sabtu (3/1) dini hari.

Selain itu, kedatangan pesawat di bandara Adisumarmo Solo sering diwarnai hujan sehingga cukup menguras energi mereka. Terlebih lagi pada saat banyak orang berpesta dalam kemeriahan tahun baru 2009, satgas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Solo justru tengah sibuk melaksanakan tugas melayani jamaah haji yang baru tiba di tanah air.

Sementara itu, kedatangan pesawat pengangkut jamaah haji setibanya di bandara Adisumarmo Solo dalam bagasinya tidak membawa kopor milik jamaah haji kloternya, melainkan dari kloter yang lain. Sebagaimana yang dibawa pesawat Airbus 330-300 pembawa kloter 54 yang terbawa justru milik jamaah haji kloter 55 asal Yogyakarta. Sedangkan untuk jamaah haji kloter 54 asal kabupaten Tegal telah datang lebih awal dengan diangkut bersama kloter 53.

Pengangkutan kopor lebih awal dari jamaahnya menurut Tri Haryanto dari Garuda, sebagai antisipasi agar tidak terjadi kopor tertinggal di bandara Jedah yang justru akan membingungkan pemiliknya seperti yang terjadi pada beberapa kloter awal. “Biasanya kopor kami angkut jika penerbangan menggunakan pesawat berbadan besar jenis boeing 747 yang memiliki kapasitas angkut lebih banyak dibanding jenis Airbus”, jelasnya.

Wafat di Pesawat
Kedatangan kloter 54 Jum’at dini hari (2/1) pukul 00.23 WIB membawa duka bagi Luruh binti Taswad (68) asal Dukuh Benda Bumijawa Kab Tegal lantaran suami tercinta Yasir bin Suryata (70) wafat saat dalam perjalanan dari Jedah menuju tanah air. Menurut dokter kloter 54 dr. H Agus Hermawan, sebelum wafat akibat gangguan jantung,Yasir sempat mendapatkan pertolongan selama penerbangan dengan memberikan infus dan menghabiskan dua botol. Namun upaya tim medis untuk menyelamatkan nyawanya tidak berhasil dan wafat beberapa jam setelah pesawat yang dipiloti André le Tissier tinggal landas dari bandara Jedah.

Sedangkan dari Luruh yang setia mendampingi suaminya menjelaskan, kondisi fisik Yasir mulai melemah sejak empat hari sebelum pulang ke tanah air. Tapi pada saat masuk pesawat, dia masih mampu berjalan sendiri. “Nanging mboten purun nedi, ndadosaken piyambake lemes”, katanya dengan aksen Tegalnya yang sangat medok. Setibanya di asrama haji Donohudan Boyolali, jenazah diserahkan PPIH kepada petugas daerah Tegal untuk dikebumikan di desanya.

Dengan wafatnya Yasir, menambah panjang jumlah jamaah haji asal Debarkasi Solo yang wafat di pesawat menjadi empat orang, dan yang wafat di tanah suci hingga 2 Januari sebanyak 91 orang. Dengan kedatangan kloter 55 asal Yogyakarta pada pukul 03.56 Jum’at dini hari, jumlah jamaah haji yang sudah kembali ke daerah masing-masing sebanyak 22.128 orang. (H. Akhmad Su’aidi/MCH Solo)

sumber http://www.informasihaji.com

1 Komentar

  1. R achmad aang safaat said,

    2 Januari 2009 pada 12:31 pm

    kemanakah larinya barang-barang bawaan dari kloter 56


%d blogger menyukai ini: