Haji Mendatang 40 Persen Pondokan Dekat Masjidil Haram

Jakarta (MCH). Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni mengakui masalah pondokan di Makkah menjadi penyebab kurang nyamannya jemaah dalam menunaikan ibadah haji tahun 2008. Untuk itu pihaknya menargetkan 40 persen jemaah haji Indonesia pada 2009 mendapatkan pemondokan di wilayah Ring I atau maksimal 1.500 meter dari Masjidil Haram.

“Depag mengakui terdapat hal yang tak sesuai perencanaan pada Penyelenggaraan Haji 2008, yaitu masalah pemondokan akibat pembongkaran bangunan di sekitar Masjidil Haram,” kata Menag dalam Refleksi Akhir Tahun Kinerja Departemen Agama 2008 di Jakarta, Selasa (30/12).

Dalam acara tersebut hadir Sekjen Depag Bahrul Hayat dan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Slamet Riyanto, Dirjen Bimas Islam Nasaruddin Umar, Dirjen Pendidikan Islam Mohammad Ali, Dirjen Bimas Kristen Jason Lase

Menag mengatakan, untuk mengantisipasi persoalan serupa, pada penyelenggaraan haji mendatang, Departemen Agama akan berupaya lebih dini untuk menyiapkan penyewaan pemondokan haji tahun 2009 pada ring satu sebanyak 40 persen.

“Pada penyelenggaraan haji tahun 2009, Depag akan menyewa pondokan lebih dini pada ring satu, sebanyak 40 persen. Sedangkan sisanya 60 persen akan ditempatkan di dua atau tiga lokasi secara terpusat yang akses ke Masjidil Haram relatif mudah,” papar Menag

Menag mengharapkan, pada akhir Januaru 2009 penyewaan pemondokan di Makkah telah diperoleh gambaran sebelum pembahasan BPIH antara Pemerintah dan DPR RI .

“Sedangkan untuk pemondokan di Madinah, Departemen Agama telah menyepakati dengan pihak Majmuah untuk menempatkan jamaah haji Indonesia secara keseluruhan 100 persen berada di wilayah Markaziah atau di sekitar Masjid Nabawi.”

Untuk jangka panjang, lanjut dia, Depag telah menandatangani perjanjian kerjasama penyediaan pemondokan jemaah haji Indonesia dengan Syarikah Al Khujrah At Thayyibah pada 24 Desember 2008 di Jakarta.

“Kita optimis persoalan pemondokan haji bisa lebih diatasi, karena melalui perjanjian ini secara bertahap pihak Al Khujrah akan membangun pemondokan dengan kapasitas 100 ribu jemaah,” katanya.

Pada penyelenggaraan haji 2008, ujarnya, pemerintah berupaya menyediakan “suttle bus” ke Masjidil Haram bagi jemaah yang memperoleh pemondokan jauh, namun implementasinya kegiatan itu banyak mengalami kendala, khususnya pada puncak penyelenggaraan haji.

“Menag telah menugaskan Itjen Depag memeriksa masalah pemondokan di Mekah itu,” katanya.

Sementara itu, mengenai keterlambatan pemulangan jemaah haji yang terus berulang setiap tahun akibat keterbatasan “gate” bagi jemaah haji Indonesia, Menag Maftuh Basyuni mengatakan, pihaknya sudah pernah mengusulkan kepada pemerintah Arab Saudi untuk menambah bandara bagi keperluan pemulangan jemaah haji.

“Misalnya di Thaif yang dari sisi ibadah haji lebih enak, tidak perlu Miqot,” kata Menag. (ks)

%d blogger menyukai ini: