Berhaji adalah Segalanya Bagi Orang Banjar

Banjarmasin (MCH). Banyaknya jumlah calon jamaah haji yang berada di daftar tunggu di Kalsel menurut Kakanwil Depag Kalsel, Fahmi Arief mengindikasikan bahwa minat untuk menunaikan rukun Islam ke V itu cukup besar. Berhaji, bagi “urang” Banjar, Kalsel adalah puncak dari segalanya.

Menurut Fahmi yang juga Ketua Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Kalsel, pada tahun 2008 ini saja jumlah calhaj daftar tunggu di daerahnya tercapat 25.000 lebih. Dengan jumlah kuota haji sebanyak 3.497 orang yang ditetapkan Depag Pusat maka jumlah 25.000 calhaj di atas baru bisa terselesaikan sekitar 7 sampai 8 tahun mendatang. Ada yang dengan sabar menunggu giliran. Namun ada pula yang mengambil alternatif lain yakni berhaji umrah.

“Berhaji umrah atau haji turis menjadi alternatif pemecah masalah akibat masa tunggu yang panjang tersebut”, papar Fahmi, Kakanwil Depag Kalsel yang urang Banjar kelahiran Amuntai HSU.

Oleh sebab itu, menurutnya, hampir menjadi pemandangan biasa bila musim haji umrah tiba, jumlah mereka yang berhaji di luar musim haji tersebut jumlahnya hampir 2 kali lipat jika dibanding jumlah haji di musim haji yang ditangani pemerintah lewat embarkasi Banjarmasin, Kalsel.

Diakui oleh pejabat Depag Kalsel ulumnus pondok pesantren Rasyidiyah Khalidiyah, Amuntai ini, berhaji menjadi adat istiadat, turun temurun di Kalsel. Para “tetuha” selalu menyarankan seandainya anaknya berhasil baik dalam berniaga atau berkarir segeralah menunaikan rukun Islam ke V ini selagi mampu dan sehat.

Hampir di segala bidang. Mengunjungi Baitullah, Kakbah di tengah Masjidil Haram di Mekah menjadi tujuan prima. Kondisi ini agak berbeda dengan apa yang terjadi di pulau Jawa, yang usia mereka berhaji banyak relatif lanjut usia (lansia). (H.M.J.Thamrin Yunus)

%d blogger menyukai ini: