Kedatangan Jemaah Kalsel Terlambat Terus

Banjarmasin (MCH). Hingga, Jumat (26/12) kemarin, keterlambatan mewarnai ke datangan jamaah haji di debarkasi Banjarmasin, Kalsel. Debarkasi Banjarmasin yang memberangkatkan jamhaj Kalsel dan Kalteng menjadwalkan 5 Januari 2009 mendatang akan mengakhir kedatangan jamhaj yang tergabung dalam kloter 18.

Kabid Haji, Wakaf dan Zakat, Kanwil Depag Kalsel, H Anwar Hadimi dalam penjelasannya kepada wartawan media ini di Banjar Baru menjelaskan, musim haji tahun 2007 lalu, keterlambatan hanya terjadi hingga kloter ke 5 setelah itu kedatangan jamaah haji bisa dipercepat. Menurutnya, pada musim haji tahun 2008 ini keterlambatan justru masih terjadi hingga kedatangan kloter ke 9, hari Jumat (26/12).

Keterlambatan kedatangan jamaah mencapai 4 jam sampai 5 jam dari jadwal semula. Itulah yang dialami jamaah haji yang tergabung dalam kloter 8 Banjarmasin yang tiba pada hari Rabu ( 24/12). Bahkan sebelumnya menurut Kabid Haji yang juga Sekretrais PPIH Kalsel itu, mencapai 11 jam.

Kloter 9 yang beisikan full jamhaj kabupaten Tabalong, semula dijadwalkan Garuda tiba pada 05.55 wita. Ternyata setelah pukul 11.40 wita barulah mendarat di bandara Syamsuddin Noor Banjarmasin.

Berkenaan dengan keterlambatan keterlambatan tersebut kepada wartawan media ini, Pembimbing Ibadah kloter 8 embarkasi Banjarmasin, H Gufron Ismai, yang datang sehari sebelumnya menjelaskan, keterlambatan (delay) terjadi saat pemulangan ke tanah air di bandara King Abdul Aziz Jeddah. Tanpa menjelaskan penyebabnya menurutnya yang mereka rasakan akibat keterlambatan mencapai 4 jam itu ialah kurangnya perhatian pihak Garuda Indonesia yang mengangkut mereka.

“Kami sedih karena keterlambatan itu terjadi pada saat waktu makan tiba. Seharusnya Garuda menyiapkan makanan untuk jamaah yang memang menunggu nunggu. Ternyata Garuda tidak menyiapkan makanan itu”, jelas H Gufron Ismail yang mantan Kandepag Kota Banjarmasin.

Setelah masalah ini dilaporkan ke pihak Garuda menurut Gufron, ternyata, dengan enteng mereka mendapat penjelasan, laporan yang disampaikan terlambat.
Meski demikian menurut mantan pejabat yang sejak Desember 2008 memasuki masa pensiun ini pada umumnya seluruh rangkaian ibadah haji, khususnya bagi kloter 8 emberkasi yang dibimbingnya berjalan dengan baik.

“Lebih banyak suka dari dukanya”, ujar ayah 3 anak yang tinggal di bilangan Kebun Bunga Banjarmasin ini. Salah satu duka itu ialah kelaparan sementara menunggu pemulangan. Jeritan perut tersebut, ungkap Gufron Ismail terobati setelah berada di dalam pesawat dalam perjalanan pulang. (Haji Muhammad Yusni Thamrin Yunus)

%d blogger menyukai ini: