Kloter 24 Datang Tanpa Barcer

Pupus sudah harapan Ibu Aminatus Sodiqoh (65) asal Bondalem Kendal untuk membawa oleh-oleh berupa mainan buat cucu-cucunya. Jamaah haji yang tergabung kloter 24 yang tiba di bandara Solo Rabu (24/12) pukul 17.24 WIB ini sempat mencari oleh-olehnya yang dimasukkan dalam ember dan tas plastik sesampainya di asrama haji Donohudan, namun tidak satupun yang diketemukan. Akhirnya dia pulang dengan hanya membawa tas tentengan dan kopor seperti saat berangkat ke tanah suci

Kejadian seperti itu bukan hanya menimpa Aminatus Sodiqoh, karena semua jamaah haji kloter 24 yang membawa tas selain tas tentengan warna biru muda dan tidak dibawa sendiri ke dalam kabin, semuanya tidak diangkut ke dalam pesawat. Tentu saja, mereka sangat kecewa dengan tidak terbawanya oleh-oleh yang dibelinya di Makkah. Seperti nampak di Gedung Muzdalifah yang dijadikan untuk menata barang bawaan jamaah haji, tidak lagi terjadi penumpukan barang bawaan selain kopor dan tas tentengan warna biru muda.

Hal itu sesuai dengan pernyataan Senior Manager Haji Policy dan Planning Garuda di Jeddah Agus Wibowo bahwa pihak Garuda tidak memiliki hak dan kewajiban mengirim barcer tersebut kepada pemiliknya. Agus Wibowo menjelaskan, Garuda Indonesia tidak akan memberikan toleransi apapun kepada jemaah haji membawa lebih barang bawaan. Apalagi barcer yang di gudangkan di Ali Madroi dan Kantor Tata Usaha Haji di Jedah tidak akan dikirim ke Indonesia.

Diterangkan pula, barang yang bisa dibawa hanya koper bagasi seberat 32 kilogram, tas tenteng dan 5 kilogram air zam zam yang telah disediakan oleh pihak penerbangan. Ketika didesak jika ada perubahan dari Departemen Agama untuk mengirimkan barcer kepada pemiliknya, Agus Wibowo menjelaskan pengiriman barcer tidak ada dalam kontrak sebelumnya. Menurut Agus, sebaiknya jika jemaah haji ingin aman dengan barang bawaan dikirim melalui kargo sebelum kepulangannya ke tanah air. (Akhmad Su`aidi/MCH Solo)

%d blogger menyukai ini: