Gadis Kecil Terttingal Jemput Jemaah Haji

Surabaya (MCH). Suasana di parkiran sebelah Asrama Haji Sukolilo (AHS) jadi ribut, saat terdengar gadis kecil menangis, usut punya usut anak 4 tahun tersebut kehilangan jejak keluarganya. Oleh Kardi bagian Keamanan PPIH gadis menis tersebut langsung dibawa ke pos 2 di belakang AHS, sambil diumumkan bagi para penjemput haji yang kehilangan putrinya diharap menhubungi petugas.

Saat ditanya rumahnya dimana? Nabila menjawab di Sambibulu Taman Sepanjang Sidoarjo. Setelah 1 jam tidak ada yang lapor kehilangan anak, akhirnya oleh PPIH siswi TK B Sambibulu tersebut diantar menuju rumahnya dengan menggunakan ambulance.

Tiba-tiba ada pria bernama Rudi mengaku kehilangan anaknya, saat dia menjemput orang tuanya yang tergabung di Kloter 36. Nabila dititipkan ke Budenya yang juga membawa mobil, Rudi sendiri konsentrasi mengangkut barang bawaan orang tuanya, kemudian langsung pulang ke Sambibulu. Saat sudah sampai di rumah ternyata Nabila tidak ada, akhirnya Rudi kembali lagi ke parkiran AHS dan melapor ke petugas informasi.

Sedangkan ambulance yang membawa Nabila sudah sampai di Jemursari. Oleh M. Khusnan petugas keamanan PPIH langsung dikontak supaya kembali ke AHS karena orang tua Nabila sudah menunggu di parkiran AHS. Himbauan bagi para penjemput jamaah haji agar senantiasa tetap mengawasi dan mengecek keluarganya sebelum meninggalkan AHS, supaya kejadian tadi tidak terulang lagi.

Dari kedatangan dilaporkan, Rabio malamn 24 Desember yang datang diawali oleh kloter 35 pada pukul 21.40 WIB lambat 30 menit dari jadwal dengan 442 jamaah dan 5 petugas, disusul kloter 36 pada pukul 22.39 WIB lambat 29 menit dengan 445 jamaah dan 5 petugas, selanjutnya kloter 37 mendarat dini hari, Kamis 25 Desember kemarin pukul 01.29 WIB lambat 139 menit dengan 444 jamaah dan 5 petugas, terakhir kloter 34 tiba dengan pesawat Garuda (25/12) pada pukul 02.57 WIB lambat 297 menit dengan 443 jamaah dan 5 petugas.

Dari kedatangan semalam ada 4 jamaah yang harus dirujuk ke RS Haji karena sakit, mereka adalah Rachmad bin Hadi Prayitno, 55 tahun dari kloter 36 asal Jalan Mangkurejo RT.09 RW.05 Kwangsan Sedati Sidoarjo sakit dehidrasi, Arsat bin Sarnam, 61 tahun dari kloter 36 asal Kedungsumur RT.08 RW.04 Krembung Sidoarjo sakit ambeien dan kencing manis, M. Khalil bin M. Basyir, 83 tahun dari kloter 88 pulang ikut kloter 36 asal Dusun Jambe RT.15 RW.06 Gemarang Kedunggalar Ngawi sakit dehidrasi juga dan Damad bin Dasim, 79 tahun dari kloter 19 pulang ikut kloter 37 asal Jalan Tlogomas VIII RT.04 RW.05 Lowokwaru Malang diduga sakit kanker usus.

Sampai dengan kloter 37, jumlah yang sudah datang dari Debarkasi Surabaya 14666 jamaah dan 165 petugas, total 14831. Mutasi keluar 38 dan mutasi masuk 11. Sedangkan yang meninggal dunia di tanah suci dari Embarkasi Surabaya sampai dengan hari Kamis 25 Desember 2008 pukul 14.00 WIB berjumlah 66 jamaah. (Shirotol Mustaqim)

%d blogger menyukai ini: