Menag Diminta SBY Urus Pondok Haji

Jakarta – Soal pemondokan haji jemaah Indonesia di Mekkah memang sudah mendesak. Presiden SBY meminta Menag Maftuh Basyuni mempercepat realisasi pembangunan pondok haji di Mekkah, Arab Saudi.

Permintaan itu disampaikan SBY kepada Menag di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Selasa (23/12), ketika menerima laporan pelaksanaan musim haji 2008.

Menurut Menag, nota kesepahaman pembangunan pondok haji yang berjarak 1,8 kilometer dari Masjidil Haram, Mekkah, itu akan ditandatangani oleh Depag dengan pengusaha Arab Saudi pada Selasa malam atau Rabu pagi.

“Arahan presiden itu segera dilaksanakan. Kalau sore ini dapat diselesaikan butir-butirnya yang belum disepakati, nanti malam atau besok pagi ditandatangani,” kata Menag.

Pembangunan pondok haji berkapasitas 100 ribu orang itu dibiayai oleh seorang pengusaha Arab dan jemaah Indonesia mendapatkan hak sewa selama 15 tahun.

“Kita akan sewa rumah selama 15 tahun untuk 100 ribu jemaah. Setiap musim haji kita bayar. Jadi, begitu mereka selesai bangun rumah itu, kita masuk,” ujar Maftuh.

Menag menjelaskan, sewa pondok haji untuk tiga tahun pertama sebesar 2.000 riyal per kepala, tahun keempat sampai tahun kesepuluh 2.500 riyal per kepala, sedangkan pada tahun ke-11 akan dibahas lagi.

“Setelah tahun kesebelas akan ada pembahasan apa naik atau turun, tetapi tidak boleh lebih dari lima persen,” ujarnya.

Tentang pelaksanaan musim haji 2008, Menag mengklaim penyelenggaraan haji itu lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya. Namun, Menag mengaku ada masalah pemondokan yang mengganggu pelaksanaan haji akibat dari proyek perluasan Masjidil Haram.

“Dari perluasan Masjidil Haram itu terjadilah pemondokan itu yang jauh. Memang ada eksploitasi dari pemilik-pemilik rumah untuk menaikkan harganya sehingga tidak dapat dijangkau oleh jemaah kita,” tuturnya.

Sedangkan mengenai keterlambatan pemulangan haji, Menag mengatakan hal itu akibat masalah teknis karena banyaknya penerbangan keluar dari Arab Saudi. [*/ana]

%d blogger menyukai ini: