Jemaah Mulai Rindukan Makanan Indonesia

Jemaah haji Indonesia yang sudah satu bulan berada di Tanah Suci, Mekah, kini nampaknya sudah merindukan makanan khas daerahnya. Jemaah asal Kalsel, menurut Antara edisi Senin, 2 Desember hari ini, mulai rindu ikan papuyu bakar, soto dan sate Banjar serta sayur santan (gangan balamak).

Untuk menghilangkan rasa rindu kampung dan makanan khas daerah, sejumlah jemaah mendatangi warung yang lokasinya tidak jauh dari Masjidil Haram. Jemaah haji asal Kalsel seperti yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 13 dengan lahap menikmati makan khas daerah seperti sate Banjar di warung makan milik Abdurrahman yang berlokasi di kawasan Galarah dan Falaq.

Abdurrahman adalah seorang Arab yang lancar berbahasa Banjar, lantaran beristerikan orang Nagara, Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selata (HSS), Kalsel. Di warung yang terletak di atas gunung itu, sebagian besar konsumennya orang Banjar terutama kalangan jemaah haji.

Sebagian jemaah haji Kalsel datang ke warung khas Banjar itu setelah dipandu tiga orang yang sudah lama tinggal di Mekah. “Alhamdulillah kerinduan makanan banua (kampung) terobati dengan adanya warung Abdurrahman Sate,” kata Yusfik, jemaah haji Kalsel yang setiap hari hanya makan nasi samin Arab, lempeng Arab atau roti. (*)

%d blogger menyukai ini: