Gara-gara Seorang Jemaah Sakit Semua Minum Obat

Seperti biasa PPIH mulai bersiap-siap menerima kedatangan kloter 22 yang terlambat 793 menit, kloter 22 tersebut baru mendarat di Juanda pada pukul 20.58 WIB dengan 446 jamaah dan 5 petugas dengan menggunakan pesawat Garuda GIA 5207.

Suasana mulai berubah ketika petugas kesehatan membagikan obat kepada semua jemaah melalui ketua rombongan dan ketua regu, yang tidak tahu mulai bertanya-tanya dalam hati apa yang terjadi?

Ternyata ada seorang jemaah kloter 22 yang menderita demam tinggi selama di dalam pesawat sehingga dokter kloter H. M. Yunus harus memberikan infus dan segera melakukan tindakan preventif atau antisipasi dari hal-hal yang tidak diinginkan. Maka seluruh jemaah dan petugas diminta untuk minum antibiotik. Sebab, ditakutkan gejala Meningitis (radang selaput otak/sumsum tulang belakang).

Petugas penerimaan juga ikut minum antibiotik tersebut, bahkan petugas keamanan dan kuli angkut pun segera meminum CIPROFLOXACIN 500 Mg, yang belum dapat langsung minta ke petugas kesehatan. Tampak wajah-wajah cemas dan kuatir diantara mereka yang mengerti bahayanya meningitis. Yang demam satu jemaah tapi yang minum obat mencapai ratusan orang plus PPIH.

Jemaah yang terserang demam di pesawat tersebut bernama Sutarman bin Djojosoedarmo, 59 tahun, asal Golek, Karangduren, Pakisaji, Kabupaten Malang. Dari hasil pemeriksaan menurut dr. Meralda, Sutarman bebas (negatif) meningitis, sehingga dia diperbolehkan pulang ke rumahnya. (N.Y. Shirotol Mustaqim)

%d blogger menyukai ini: