Jemaah Haji Wafat 325 Orang

Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) hingga Sabtu, 20 Desember pagi waktu Arab Saudi (Sabtu siang WIB) mencatat bahwa jemaah haji Indonesia yang wafat hingga saat itu mencapai 325 orang. Jumlah terbanyak dari debarkasi Solo.

“Tapi jumlah itu masih sedikit lebih rendah dibanding tahun lalu karena dalam kurun yang sama pada tahun lalu tercatat 327 anggota jemaah wafat,” kata Wakil Ketua PPIH Arab Saudi bidang kesehatan dr Barita Sitompul.

Hal itu, katanya, juga diakibatkan faktor fisik dalam musim haji 2008 yang lebih berat. Namun, pelayanan sudah dilakukan secara maksimal untuk menekan angka jemaah wafat. “Apalagi, saya baru datang ke Madinah, ternyata suhu pagi ini di Madinah sudah mencapai delapan derajat Celsius dengan kelembaban yang sangat rendah sehingga cukup memengaruhi kondisi kesehatan anggota jemaah juga,” lanjutnya.

Ke-325 anggota jemaah yang wafat itu, katanya, tercatat 225 anggota jemaah wafat di Mekah, 36 anggota jemaah wafat di Madinah, dan empat anggota jemaah wafat di Jeddah, sedangkan anggota jemaah yang menjalani perawatan mencapai 150-an orang.

“Dari jumlah anggota jemaah wafat itu, 312 anggota jemaah atau sekitar 95 persen lebih berusia di atas 60 tahun, sedangkan penyebabnya 210 anggota jemaah atau sekitar 65 persen akibat gangguan sirkulasi, jantung, dan pembuluh darah,” terangnya.

Di Mekah, 225 anggota jemaah wafat itu mayoritas atau 84 orang wafat di pemondokan, sedangkan 72 anggota jemaah wafat di Rumah Sakit Arab Saudi, 48 anggota jemaah wafat di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI), dan 21 anggota jemaah wafat di sektor.

“Mayoritas anggota jemaah memang wafat di pemondokan, tapi angka itu juga masih jauh dari angka tahun lalu yang mencapai 183 anggota jemaah wafat di pemondokan,” ujarnya.

Untuk Madinah, katanya, pihaknya belum memiliki data lengkap, tetapi empat dari 36 anggota jemaah wafat di Madinah dilaporkan meninggal dunia di BPHI Daker Madinah. “Saya imbau anggota jemaah di Madinah untuk banyak minum air karena udara yang kering dan suhu yang dingin akan mudah menyebabkan kekurangan cairan tubuh. Kalau takut minum hanya karena takut kencing akan justru menyebabkan dehidrasi dan akhirnya ambruk (sakit),” tandasnya. (*)

%d blogger menyukai ini: