Jemaah Wafat Embarkasi Solo 61 Orang

Sementara itu, memasuki hari ketiga masa pemulangan, jamaah haji asal Debarkasi Solo yang wafat di Tanah Suci sudah mencapai 61 orang atau lebih banyak dibanding tahun lalu dalam kurun waktu yang sama. Sebagian besar penyebab wafat mereka akibat gangguan jantung yang mencapai 37 orang. Menyusul penyebab wafat, sebanyak 20 orang karena gangguan pada sistim pernapasan.

Menurut Ketua Tim Pemantau Peningkatan Pelayanan Penyelenggaraan Haji (TP4H) Jateng Dr. H. Abdul Choliq MT, MAg yang saat ini sudah berada di Madinah bersama kloter 34 asal Jepara memberitahu via telepon, penyakit yang diidap jemaah haji yang wafat merupakan bawaan dari Tanah Air, Namun di Arab Saudi pencetusnya yang lebih banyak karena kelelahan, terlebih lagi seusai melaksanakan wukuf di Arafah dan mabit di Mina yang cukup menguras tenaga.

Berdasar pemantauan dari Sistem Komputerisasi haji Terpadu (siskohat), jamaah yang wafat Selasa, 16 Desember kemarin, Partodirono (68) asal Tirip Wadaslintang Wonosobo. Sedangkan pada Senin, 15 Desember kemarin lalu tercatat sebanyak lima orang terdiri Mohammad Maksum (68) asal Surobayan Ambal Kebumen, Umar Afif (48) asal Dawung Tegalrejo Magelang, Sri Daryati (61) asal Butuh Mojosongo Boyolali, Sudarmi (62) asal Rowo Kandangan Temanggung dan Ibrahim (65) asal Singorojo Mayong Jepara.

Kedatangan pesawat pengangkut jamaah haji yang molor membuat petugas haji di asrama haji Donohudan kewalahan menerima telepon dari keluarga mereka yang ingin mengetahui kepastian kedatangannya. “Belum lagi kedatangan pesawat lebih banyak tengah malam sehingga cukup menguras energi”. (Akhmad Su`aidi)

%d blogger menyukai ini: