Zamzam Tidak Terbawa Jemaah Kecewa

Solo (MCH). Kedatangan jemaah haji yang turun di bandara Adisumarmo Solo pada hari pertama semuanya molor dari jadwal semula. Untuk kloter pertama yang tiba Ahad, 14 Desember kemarin molor dua setengah jam. Sedangkan kloter 2 mundur delapan jam dari jadwal semula pukul 06.00, dan untuk kloter 3 lebih parah lagi karena mundur 15 jam karena baru mendarat pukul 22.45 WIB.

Menurut General Manager Garuda Solo M Taufan, molornya kedatangan pesawat pembawa jemaah haji asal Demak disebabkan kepadatan yang luar biasa menjelang tinggal landas di bandara King Abdul Aziz Jedah. Adapun keterlambatan pesawat kloter 3 disebabkan pesawat mengalami kerusakan dan harus menunggu pesawat pengganti dari tanah air.

Bagi jemaah haji sendiri memaklumi terjadinya keterlambatan kedatangan di tanah air. Justru yang membuat jamaah haji kloter pertama sangat kecewa, ketika mengetahui air Zamzam yang dijanjikan pihak Garuda akan dibagikan setibanya di asrama haji Donohudan Boyolali tidak dipenuhi. Padahal banyak diantara mereka yang tidak membawa setelah Zamzam yang diambil sendiri di Mekah disita petugas bandara ketika masih di Jedah. Pasalnya, Zamzam bagi jamaah haji merupakan oleh-oleh yang sangat dinanti keluarga setibanya di rumah.

Tidak terangkutnya Zamzam bersama pesawat jemaah, lagi-lagi pihak Garuda beralasan jika barang bawaan jemaah mengalami overload dan berjanji akan mengangkut dengan pesawat kloter-kloter berikutnya. Penyerahan kepada jemaah akan disalurkan melalui petugas daerah Kabupaten Demak. “Kalau sudah datang, Zamzam dapat diambil di Kantor Departemen Agama kabupaten Demak dengan menunjukkan paspor”.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jateng Dra Hj Rustriningsih MSi saat menyambut kedatangan mereka di bandara Adisumarmo Solo berpesan agar sepulang menunaikan ibadah haji setiap jamaah haji mampu menjadi figur yang dapat dijadikan teladan dalam fikiran, ucapan dan tindakan sesuai aqidah agama.

Ketua PPIH Drs H Masyhudi MM menjelaskan, pelaksanaan kepulangan jemaah calon haji yang terbagi dalam 82 kelompok terbang akan berlangsung selama 28 hari hingga 10 Januari 2009. Setibanya di bandara Adisumarmo Solo, jamaah haji akan dibawa ke asrama haji Donohudan. Selama kurang lebih dua jam singgah di asrama haji, setiap jamaah haji menerima lima liter air zam-zam dan akan kami serahkan kepada petugas daerah untuk diantar pulang hingga daerahnya masing-masing.

Sedangkan jemaah haji asal Embarkasi Solo yang wafat di Tanah Suci, menurut Masyhudi, hingga Ahad kmarin tercatat sebanyak 52 orang yang sebagian besar disebabkan gangguan jantung dan termasuk jamaah resiko tinggi (RISTI). Dari jumlah tersebut, terbanyak dari Kabupaten magelang yang mencapai lima orang.

Jemaah wafat dari kloter 2 atas nama Suwandi bin Loso (74) asal Buko Wedung Demak dan dari kloter 3 yang wafat Ngaidi bin Kasdam (80) asal Sidogemah Sayung Demak. (H. Akhmad Su’aidi>Humas PPIH Solo)

%d blogger menyukai ini: