Bus Jemaah Tak Lagi ke Masjidil Haram

Bus yang biasa mengantar para jemaah haji Indonesia dari pondokan ke Masjidil Haram akan berhenti beroperasi pada Selasa (2/12) atau 4 Zulhijah. Bus tersebut akan ditarik dan dipersiapkan untuk mengangkut jemaah wukuf di Arafah.

Kepala Panitia Penyelenggara Haji Indonesia Daerah Kerja Mekkah, Zaenal Abidin Supi sore tadi mengungkapkan jemaah yang masih berminat pergi ke Masjidil Haram masih bisa menggunakan bus umum, tetapi bus hanya bisa mengantar sampai di 1,5 km dari Masjidil Haram.

Pemerintahan Kota Mekkah memang mengeluarkan ketentuan melarang bus seluruh jemaah masuk ke wilayah Masjidil Haram. Bus hanya diperbolehkan berhenti sekitar 1,5 kilometer dari kawasan masjid tersebut dengan maksud agar pergerakan manusia lebih leluasa.

Kepala Pusat Penerangan Pusat Informasi Keagamaan dan Kehumasan Departemen Agama Mashuri AM di Mekkah, Minggu (30/11), mengatakan, ketentuan itu tidak hanya berlaku bagi bus jemaah Indonesia tetapi juga negara lain dan berlaku mulai berlaku Selasa lusa.

Dengan dikeluarkannya ketentuan ini, maka tiga terminal yakni A di Sulaimania, B di Jiad, dan terminal C di Misfalah tidak dipakai lagi. Lokasi ketiga terminal itu dikosongkan guna mengantisipasi kepadatan jemaah.

Media Center Haji (MCH) di Arab Saudi menyebutkan bahwa jarak ketiga terminal dengan Masjidil haram hanya sekitar 600 meter.

%d blogger menyukai ini: