Meski Berkelompok Banyak Jemaah Tersesat

Kepadatan yang terjadi di sekitar Masjid Nabawi di Madinah Al Munawaroh, seringkali membingungkan jamaah haji Indonesia. Kepadatan yang sama, bahkan lebih padat lagi ketika puncak haji di Masjidil Haram di Mekkah Al Mukarammah.

Sebagai pendatang yang belum banyak mengenal medannya, mereka seringkali salah arah. Salah satu cara untuk menja gaagar tidak tersesat, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji meminta agar jamaah berjalan dalam rombongan.

Namun ternyata, saran ini tidak manjur. Paling tidak itulah pengalaman sekelompok ja maah haji Indonesia dari kelompok terbang (kloter) 18 Solo yang berjumlah delapan orang. Mereka , tersesat bersamaan ketika pulang dari sh alat di Masjid Nabawi, Madinah.

Media Center Haji Departemen Agama di Jakarta, Sabtu (15/11) melaporkan adanya sekelompok haji yang tersesat. “Kami satu kelompok, kami tersesat, karena setelah sampai di lampu merah, ada teman yang menyatakan jalan pulang berbelok ke kanan, tapi teman lain bilang ke kiri, sehingga semuanya bingung dan tersesat,” kata Kasdi bin Kasim yang tersesat bersama tujuh orang rekan jamaah haji lainnya.

Di tengah kebingungan itulah, katanya, ada petugas yang akhirnya mengarahkan jemaah dari sektor 5 (Syuhada`) yang merupakan sektor non-Markaziyah itu ke kantor Daerah Kerja (Daker) Madinah di Jalan Airport (hotel Masane`).

“Kami senang bisa sampai di sini (kantor Daker Madinah), karena kami akhirnya diantar bersama-sama ke pemondokan kami yang jauh di sana,” katanya.

http://haji.kompas.com/read/xml/2008/11/15/05094028/Meski.Berkelompok.Banyak.Jemaah.Tersesat

%d blogger menyukai ini: