Denda 10.000 Real / 30 juta Tak punya Izin Khusus ( Tasrih )

Mekah benar-benar menjadi kota tertutup pada saat haji. Bahkan warga Mekah sendiri atau pekerja yang kesehariannya memasuki kota suci itu harus memiliki tasrih atau izin khusus. Jika tidak, maka mereka akan didenda 10.000 Riyal atau sekitar Rp 30 juta, yang setara dengan biaya haji kita.Hal ini dikemukakan Jenderal Abid bin Abdullah Katib, Wakil Dirjen Imigrasi untuk urusan Operasional Haji yang dikutip harian Arab Ndews edisi Kamis, 13 November hari ini. Katib menyebut ancaman itu pada jumpa pers hari Rabo, 12 Novenber kemarin di Jeddah. Dan, tasrih hanya dikeluarkan oleh Dirjen Imigrasi.


“Karena keamanan itu, maka bagi yang menghendaki tasrih segeralah mengurus ke kantor imigrasi,” katanya. Dan tasrih akan dikeluarkan segera dengan syarat yang sangat mudah. Aturan ini dikeluarkan untuk mengetatkan dan mematuhi aturan haji yang selama ini banyak diabaikan. Terjadinya peristiwa di Mina adalah karena banyaknya jemaah haji illegal yang tidak mengikuti aturan standar Saudi.

“Kami akan melakukan patroli di jalan-jalan kecil yang kemungkinan akan dilalui jemaah liar tersebut,” katanya. Siapa pun yang masuk Mekah harus diperiksa ketat. “Penyelenggara haji domestik yang tak memiliki izin operasional juga melanggar aturan dan akan dikenakan sanksi,” katanya.

Aturan kemigrasian tahun ini adalah menerapkan sidik jari. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari over stay. Menurutnya, setuap tahun ribuan jemaah haji asal Arab Saudi –baik warga Saudi sendiri atau pekerja yang menetap di Saudi– menunaikan haji tanpa tasrih. Mereka dilayani oleh perusahaan tak berizin dan biasanya mendapat layanan seadanya. (Musthafa Helmy)

Saduran dari :http://www.informasihaji.com/

%d blogger menyukai ini: