Khandak

KHANDAK dari segi bahasa berarti parit. Dalam sejarah Islam yang dimaksud Khandak adalah peristiwa penggalian parit pertahanan sehubungan dengan peristiwa pengepungan kota Madinah oleh pasukan gabungan (al-ahzaab) kafir Quraisy bersama dengan sekutu-sekutunya dari Yahudi Nadir, Bani Ghathfan dan lain-lainnya, sehingga dikenal juga sebagai Perang Ahzab.

Di saat itulah Rasulullah SAW mendengar kafir Quraisy bersama sekutu-sekutunya akan menggempur kota Madinah, maka Rasulullah SAW bermusyawarah dengan para sahabat-sahabatnya, bagaimana cara menanggulangi penyerangan tersebut. Pada waktu itu sahabat Nabi, Salman Al Farisi yang berasal dari Persia memberikan saran supaya Rasulullah SAW membuat tempat perlindungan berupa parit. Sejatinya strategi ini berasal dari Persia, yang dilakukan apabila mereka terkepung atau takut dengan keberadaan pasukan berkuda.

Usul tersebut diterima Rasulullah SAW sendiri. Maka digalilah parit pertahanan tersebut di bawah pimpinan Rasulullah SAW selama sembilan/sepuluh hari. Pasukan gabungan datang dengan kekuatan 10.000 pasukan yang siap berperang. Pasukan gabungan membuat kemah di bagian utara Madinah, karena di tempat itu adalah tempat yang paling tepat untuk melakukan perang. Pada Pertempuran Khandaq, terjadi pengkhianatan dari kaum Yahudi bani Quraizhah atas kesepakatan yang telah disetujui sebelumnya untuk mempertahankan kota Madinah, tetapi bani Quraizhah mengkhianati perjanjian itu.

Setelah terjadi pengepungan selama satu bulan penuh Na’im bin Mas’ud al-Asyja’i yang telah memeluk Islam tanpa sepengetahuan pasukan gabungan dengan keahliannya memecah belah pasukan gabungan. Lalu Allah S.W.T mengirimkan angin yang memporakporandakan kemah pasukan gabungan, memecahkan periuk-periuk mereka, dan memadamkan api mereka. Hingga akhirnya pasukan gabungan kembali ke rumah mereka dengan kegagalan menaklukan kota Madinah.

Peristiwa pengepungan kota Madinah ini terjadi pada bulan Syawal tahun ke 5 (lima) Hijriyah atau pada tahun 627 Masehi. Peninggalan perang Khandak yang ada sampai sekarang hanyalah berupa lima buah pos yang dulunya berjumlah tujuh, yang menurut sebagian riwayat tempat tersebut adalah bekas pos penjagaan pada peristiwa Khandak dan sekarang dikenal dengan nama Masjid Sab’ah atau Masjid Khamsah.

%d blogger menyukai ini: