Jamaah Haji Jakarta dapet Katering di Makkah

masjid-keli-file4Untuk memperlancar pelaksanaan ibadah haji tahun 2008, Pemprov DKI menyediakan katering bagi 7.084 jemaah haji asal Jakarta. Layanan yang baru pertama kali diberikan oleh Pemprov DKI itu melibatkan empat katering dimana dananya diambilkan dari APBD. Pemerintah Pusat hanya menyediakan katering di Madinah dan Armina (Arafah dan Mina).

Pemberian katering bagi jemaah haji Propinsi DKI Jakarta ini merupakan pertama kalinya yang menelan biaya sekitar Rp. 7 miluyar. “Pusat kan hanya menyediakan katering di dua tempat yakni di Madinah dan Armina. Ini yang pertama kalinya,” kata Kepala Kantor Urusan Haji Pemda DKI Jakarta H. Zairin Alfi Syahrin, SH, MM, saat menghadiri pelepasan Kloter 1 JKG Jakarta di Cengkareng Jakarta, Rabu, 5 November lagi.

Bantuan katering itu disebut Zairin sebagai bentuk perhatian Pemprov DKI untuk membantu memperlancar pelaksanaan ibadah haji, sebagaimana ada propinsi lain yang memberikan dalam bentuk uang. “Jakarta memilih untuk menyediakan katering karena lebih efektif, berdasarkan hasil survei yang dilakukan tim gabungan dari Pemda dan DPRD DKI,” katanya.
Karena itu diharapkan Zairin, dengan adanya penyediaan katering oleh Pemprov DKI dapat mengurangi resiko sakitnya jemaah haji yang disebabkan karena pola makan tidak teratur. “Saya harapkan penyediaan katering seperti ini bisa mengurangi jumlah jemaah yang darah tingginya kambuh karena lupa makan,” katanya.

Zairin menyebut jumlah petugas haji saat ini masih kurang daripada kondisi ideal yang dibutuhkan. Sekarang perbandingan antara petugas dan jemaah adalah 1:58, idealnya 1:10, tapi itu memang sangat tergantung kepada anggaran.

Menyinggung kondisi jemaah tahun ini juga disebutnya akan lebih berat dari tahun-tahun sebelumnya karena pemondokannya semakin jauh dari Masjidil Haram. “Tahun ini seluruh jemaah Indonesia mendapat tempat menginap yang berjarak sekitar 10 kilometer dari Masjidil Haram, biasanya jaraknya cuma 5-7 kilometer,” katanya.

Hal tersebut disebabkan karena alokasi dana dari pemerintah hanya 2.000 real perjamaah, sementara penginapan yang dekat dengan Masjidil Haram disebut Zairin harganya sekitar 3.000-4.000 real. “Jadi kita dapat tempatnya agak jauh,” katanya.

Ia menyebutkan bahwa persiapan petugas tahun ini lebih matang dari tahun-tahun sebelumnya dimana untuk tahun ini ada latihan operasional bersama selama tiga hari yang dimulai tanggal 23 Oktober 2008.

Tahun ini petugas haji dari Prop. DKI Jakarta berjumlah 128 petugas yang terdiri dari 48 petugas dari Pemda DKI dan 80 petugas dari Pemerintah Pusat. Jumlah tenaga medis yang ikut dalam rombongan tahun ini sebanyak delapan dokter dan 10 petugas paramedis. (H.M. Nashir Maqsudi)

%d blogger menyukai ini: