191.000 Jamaah di terbangkan dlm 28 Hari

Jakarta (MCH). Dalam 28 hari ke depan “jembatan udara” pemberangkatan jamaah haji Indonesia musim haji 1429 H (2008) berlangsung. Sebanyak 210 ribu jamhaj diterbangkan oleh dua perusahaan penerbangan Garuda Indonesia 302 kloter dengan 107.000 jamaah haji dan Saudi Airlines menerbangkan 195 kloter dengan 83.535 jamaah haji.

Menurut Direktur Penyelenggaraan Haji dan Umroh, Depag ke 210.000 jamhaj Indonesia tahun ini sebanyak 191 ribu orang sebagai jamaah haji reguler dan 19.000 jamhaj sebagai jemaah haji khusus yang diberangkatkan oleh Biro Perjalanan Ibadah Haji Khusus (PIHK) dulu lebih dikenal dengan ONH Plus. “Pemberangkatan berlangsung selama 28 hari,” kata Direktur Pelayanan Haji Zakaria Anshar mewakili Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah saat memberikan laporan pada pelepasan kloter pertama Jamaah Haji Indonesia, di Terminal Haji, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (5/11).

Pemberangkatan mulai 5 Nopember kemarin hingga 2 Desember 2008 melalui 11 embarkasi yaitu: Banda Aceh, Medan, Batam, Padang, Palembang, Jakarta, Solo, Surabaya, Banjarmasin, Balikpapan dan Makassar. Selain itu terdapat pula dua embarkasi Antara, yaitu Mataram dan Gorontalo. Sedangkan pemulangan jamaah haji, kata Zakaria, mulai tanggal 14 Desember 2008 hingga 9 Januari 2009. Pada bagian lain, Direktur Penyelenggaraan Haji, Depag ini menjelaskan tentang hari Arafah, 9 Dzulhijjah 1429 H sebagai puncak ibadah haji. Hari dimana para jamaah haji diwajibkan berkumpul di padang Arafah itu jatuh 7 Desember 2008 mendatang.

“Berdasarkan kalender Ummul Quro Arab Saudi, pelaksanaan Wukuf di Arafah jatuh pada tanggal 9 Dzulhijjah 1429 H bertepatan pada hari Ahad, 7 Desember 2008,” jelas Zakaria dalam laporannya, mendahului acara pelepasan jamhaj gelombang I oleh Menteri Agama, Maftuh Basyuni. Dia juga menyinggung tentang perluasan Masjidil Haram yang merobohkan tidak kurang dari 1.000 bangunan yang berdampak besar terhadap kondisi perumahan jamaah haji di Makkah tahun ini, relatif lebih jauh dibandingkan tahun sebelumnya.

“Jemaah haji yang menempati pemondokan ring I tidak disediakan transportasi dan tidak mendapatkan pengembalian,” katanya. Sedangkan bagi jamaah yang menempati pemondokan ring II, lanjut Zakaria, disediakan transportasi shuttle bus dengan menggunakan 11 halte di pemondokan dan 3 halte disekitar Masjidil haram dan mendapatkan pengembalian sisa uang sewa berdasarkan wilayah, bukan berdasarkan harga sewa masing-masing rumah.

Untuk melayani jemaah haji Indonesia tahun ini menurtunya sebanyak 3.850 petugas disiapkan terdiri dari 2.425 petugas kloter, 836 petugas non kloter 29 di Konsul Haji di Jeddah dan 560 tenaga musiman (temus) (H.M.J. Thamrin Yunus)

%d blogger menyukai ini: