Pemberangkatan Haji Tahun 2008 / 1429 H

Jakarta (MCH). Pemberangkatan jemaah haji untuk musim haji tahun 1429 H tinggal menghitung hari.
Dijadwalkan pada 5 Nopember 2008 secara serentak jamaah haji Indonesia yang berjumlah 210.000 orang
(kuota) “diterbangkan” ke tanah suci melalui 9 bandara embarkasi, Banda Aceh, Batam, Padang, Jakarta, Solo, Surabaya, Banjarmasin, Balikpapan dan Makassar.

Keberhasilan penyelenggaran operasional haji berada ditangan pemerintah dalam hal ini Departemen Agama. Terkhusus, Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah yang membidangi urusaan tersebut. Untuk itulah Menteri Agama, Maftuh Basyuni memperingatkan bahwa penyelenggaraan haji yang tidak proporsional dan tidak baik mengakibatkan citra Departemn Agama juga tidak baik.

“Oleh karena itu sejak diberikan kepercayaan kepada saya untuk memimpin Departemen ini, hal itu dulu yang saya lakukan. Karena menyangkut citra”, jelas Maftuh Basyuni yang meluangkan waktu
untuk berbincang bersama MCH. Pada kesempatan itu Menag mempersilahkan kami untuk menanyakan apa yang mau ditanyakan. Tentu saja seputar tugas yang kini ada dipundaknya. Tugas negara. Apa lagi kalau tidak masalah
perhajian yang tidak pernah lekang dan layak jual bagi media.

“Tindakan ini, tindakan saya, katakanlah kebijaksanaan saya menimbulkan kesan, seolah olah departemen ini adalah departemen haji” ujarnya. Padahal hal itu tidak benar karena banyak hal yang
diurus oleh departemen ini. Namun penanganan masalah haji menjadi citra penentu bagi departemn ini.”

Menurutnya, untuk menjadikan operasional penyelenggaraan haji menjadi lebih baik dari sebelumnya, Maftuh mentargetkan waktu selama 2 tahun, sejak dia memangku jabatan orang nomor satu di Departemen yang berlokasi di bilangan Banteng Jakarta Pusat ini. “Saya punya target tadinya sampai dengan 2 tahun. Jadi sampai tahun 2006, sudah selesai menata operasional perhajian sehingga dengan demikian bisa mengalihkan tugas kepada program departemen yang lainnya.”

“Tapi sangat disayangkan, persiapan dan perbaikan yang begitu baik dihancurkan oleh peristiwa katering yang sangat memalukan itu,” aku Maftuh Basyuni. Menurutnya maraknya peristiwa
tersebut karena ada yang mempolitisir. “Apalagi peritiswa itu dipolitisir oleh berbagai pihak”, ungkapnya dalam penerbangan pulang usai melakukan kunjungan kerja di Tanjung Pinang – Jakarta bersama pesawat Riau Air Lines, Jumat siang itu.

Masih tentang kegagalan katering seperti yang diungkapkannya di atas, menurutnya kegagalan terjadi karena memang ada pihak pihak yang memang tidak ingin agar haji dapat diselenggarakan
dengan sebaik baiknya. “Alhamdulillah tahun berikutnya, katering dapat di atasi” jelasnya. Perbaikan perbaikan
disana sini dilakukan diantaranya tentang keberangkatan jamaah haji yang dikenal dengan istilah first come first serve (datang awal berangkat awalred) dengan kiata lain ada jaminan kepastian
berangkat.

Mulai tahun ini, ungkapnya lagi pihaknya bergerak untuk mengatur Perjalanan Ibadah Haji Khusus (PIHK) yang dulu dikenal dengan nama ONH Plus. Ini dilakukan supaya ada jaminan bagi amaah
ONH Khusus ini juga ada. Artinya, kapan mereka akan berangkat sudah tahu dengan sendirinya.

Kebijaksanaan ini bukannya tidak ada tantangan. Bahkan tantangan itu berisistensi tinggi. ”Ini juga memunculkan masalah/tantangan yang kami hadapi dengan risistensi tinggi. Karena mencakup beberapa pihak yang merasa dirugikan dengan perbaikan itu. Tapi kami jalan terus. Alasannya, karena titik tolaknya adalah bagaimana memberikan pelayanan kepada jamaah dengan sebaik baiknya,” paparnya dalam perbincangan yang menyita hampir tiga
perempat waktu penerbangan Tanjung Pinang – Jakarta selama 1 jam 20 menit itu.

“Apapun kata orang, kami akan jalan terus. Bagai kata pepatah : kafilah akan jalan terus walaupun anjing menggonggong di sana sini” ujarnya. “Oleh karena itu saya tidak akan beranjak dari kebijaksanaan yang saya tetapkan ini,”
tegasnya lagi. Karena dengan adanya perjalanan haji yang baik, itu akan mengangkat citra Departemen Agama yang sempat terpuruk karena jeleknya pelayanan haji. (Aris Prasetyo)

%d blogger menyukai ini: