Pemberangkatan Haji Jawa Timur

Surabaya, 17/10 (Pinmas)–Calon Haji (Calhaj) kelompok terbang (kloter) pertama dari Kabupaten Bojonegoro akan berangkat ke Tanah Suci dengan memakai pesawat Garuda Indonesia Airlines (GIA) pada 5 November pukul 08.00 WIB.

“Tapi, calhaj kloter kedua yang juga dari Kabupaten Bojonegoro akan berangkat dengan pesawat SAA (Saudi Arabian Airlines) pada 5 November pukul 10.20 WIB,” kata Kepala Bidang Haji Kanwil Depag Jatim H Najiyullah, di Surabaya, Jumat (17/10)

Didampingi staf Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Depag Jatim HA Shony Mashar Adha SE, ia mengatakan calhaj yang berangkat dari bandara Juanda Surabaya memang ada 89 kloter, namun 22 kloter di antaranya berangkat dengan pesawat Garuda.

“Hal itu berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yakni seluruh kloter dari bandara Juanda Surabaya diterbangkan dengan pesawat SAA, tapi tahun ini ada yang berangkat dengan SAA dan ada yang terbang dengan Garuda,” katanya.

Menurut Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Jatim itu, calhaj Bojonegoro ada tiga kloter yakni kloter pertama sebanyak 450 orang (Garuda), kloter kedua sebanyak 445 orang (SAA), dan kloter ketiga hanya sembilan orang.

“Untuk calhaj Bojonegoro kloter ketiga berangkat dengan calhaj campuran yang terdiri atas sembilan calhaj Bojonegoro, 224 calhaj Kota Probolinggo, 145 calhaj Kota Batu, dan 67 calhaj Kota Surabaya. Mereka berangkat dengan SAA pada 5 November pukul 12.20 WIB,” katanya.

Kloter berikutnya adalah calhaj dari kabupaten/kota lain dari Karesidenan Bojonegoro, kemudian dilanjutkan calhaj dari Karesidenan Malang, Surabaya, Jember, Kediri, Madura, dan Karesidenan Madiun.

“Untuk kloter dari Karesidenan Madiun, calhaj dari Kabupaten Ngawi merupakan kloter yang berangkat paling akhir pada 2 Desember pukul 09.45 WIB dengan pesawat SAA,” katanya.

Ia mengatakan calhaj Kotamadya Surabaya masih mendominasi dengan 3.841 orang yang merupakan calhaj terbanyak di Jatim.

“Jumlah calhaj terbanyak berikutnya dari Kabupaten Sidoarjo dengan 3.071 orang, kemudian Kabupaten Jember dengan 1.888 orang. Jadi, sekira 30 persen calhaj dari Surabaya,” katanya.
Kondisi itu, katanya, tidak terlepas dari perkembangan ekonomi suatu daerah. “Hampir semua pelaku usaha, baik pedagang kecil maupun besar, memang berlomba membuka usaha di Surabaya, sehingga Surabaya menjadi pusat perdagangan wilayah Indonesia bagian Timur,” katanya.

Untuk musim haji 2008, calhaj yang berangkat lewat PPIH Jatim mencapai 33.918 jemaah Jatim, 4.475 jemaah NTB, 418 jemaah NTT, dan 212 jemaah Bali. Mereka akan didampingi 445 petugas haji di setiap penerbangan.

“Calhaj NTB berangkat dengan 11 kloter yakni 11, 15, 26, 31, 35, 51, 53, 63, 66, 84, dan 86, sedang NTT hanya satu kloter campur dengan calhaj Surabaya yakni kloter 55. Untuk Bali dengan kloter 76 bersama calhaj Sampang dan Bangkalan,” katanya.

%d blogger menyukai ini: