DPRD Bekasih minta jatah Haji Gratis

Sejumlah kalangan mempertanyakan 12 anggota DPRD Bekasi yang menjadi TPHD (Tim Pendamping Haji Daerah). Pasalnya, selain menggunakan anggaran daerah, hal ini juga mengorbankan pegawai lain yang dijanjikan hadiah haji jadi tertunda.

“Seharusnya tidak sebanyak itu. Malu dong,” kata Hasnul Khalid Pasaribu, mantan anggota DPRD yang juga seorang pengelola perjalanan haji.

Menurut informasi, 12 anggota DPRD yang diusulkan menjadi TPHD itu merupakan perwakilan tiap fraksi. Setiap fraksi dijatah dua orang. Sehingga, ada 12 orang dan tambahan satu lagi yang diusulkan Wakil Walikota Bekasi, Rahmat Effendi sehingga jumlanya menjadi 13 orang.

Petugas haji ini juga masih akan ditambah dengan petugas haji dari Pemkot Bekasi. Konon, kabarnya akan ada sekitar 18 TPHD. Informasi lain, pejabat terkait kebingungan akan mencoret nama-nama tersebut karena anggaran. Data yang dikumpulkan harian Pos Kota edisi jumat, 17 Oktober lalu, ada dua nama dengan alamat yang sama yang disebut sebagai suami istri.

Dadang Asgar Nor, Wakil Ketua DPRD Kota Bekasi, yang dihubungi mengatakan, agak lupa dengan nama-nama yang diusulkan. “Ah, nggak tahu saya,” katanya. Momon Sulaeman, Asda II Pemkot Bekasi, mengakui ada usulan tersebut. Hanya saja, sampai kini belum ada keputusan final. “Mungkin hanya akan ada 6 orang,” katanya.

Ironisnya, pengusulan ini menunda keberangkatan sejumlah pegawai teladan yang mendapat hadiah haji. Pegawai teladan yang sudah menunggu bertahun-tahun ini memang dijadwalkan mendapat hadiah haji melalui TPHD.(*)

%d blogger menyukai ini: