Kemuliaan Bagi Orang Yg Berilmu

Kemuliaan Orang yang Berilmu Agama

Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para nabi. Dan nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, melainkan mewariskan ilmu. Dan barangsiapa yang mengambilnya, maka akan mendapatkan bagian yang sangat melimpah.” (Riwayat Abu Dawud dan At-Tirmidzi). .

Di zaman sekarang, ilmu agama dipandang sebelah mata oleh kebanyakan orang, belajar ilmu agama ditempatkan pada urutan kedua, setelah berbagai ilmu dunia. Benar, karena pemikiran materi yang sempit menyebabkan orang berpikiran bahwa duduk di pesantren untuk mempelajari ilmu agama, bukan cara meraih kesuksesan secara duniawi. “Mau kerja di mana setelah lulus dari pesantren?”

Bahkan, yang bersekolah di penguruan tinggi Islam mulai berpikiran dengan gelar keagamaan yang akan didapatkannya, bagaimana dengan peluang kerjanya nanti? Apakah aku bisa meraih masa depan dengan gelar tersebut? Dan masih ada sejuta pertanyaan yang masih perlu dipertanyakan di sini. .

Pandangan yang demikian terbentuk dari pola pikir yang terkukung oleh ruang lingkup kehidupan duniawi yang sebentar dan tak langgeng. Sikap hidup seperti itu layak untuk direvolusi dengan membaca berbagai literatur Islam yang akurat dan terpercaya, yaitu Kitabullah dan hadits Nabi SAW. .

Apa Saja Kemuliaan yang Bakal Diraih oleh Orang yang Belajar Ilmu Agama?
1. Derajat Tinggi di Sisi Allah
.

Orang yang berilmu akan meraih ketinggian derajat tinggi yang hakiki. Sangat dianjurkan setiap orang berlomba-lomba untuk meraihnya. Allah berfirman, “Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang berilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Mujadah : 11) . . Kata “meninggikan derajat” ini menunjukkan besarnya kurnia, yang berarti ketinggian secara maknawi di dunia dengan tingginya kedudukan dan sanjungan yang baik padanya. Dan ketinggian yang sebenarnya adalah di akhirat kelak. Ia mendapatkan tempat yang tinggi di jannah. Demikian yang disampaikan di dalam kitab Fathul Bari.

2. Membuat Rasa Takut Pada Allah .

Berbagai ilmu akan menghasilkan hasil-hasil yang akan diperoleh, dan ilmu agama yang nafi’ (bermanfaat) akan menghasilkan hasil yang banyak, di antara yang terpenting adalah rasa takut kepada Allah yang Mahasuci. Orang yang sangat berilmu yaitu ulama, yakni orang yang paling kuat rasa takutnya kepada Allah. Hal ini disebabkan mereka belajar ilmu yang menambah pengetahuan mereka kepadaNya hingga iman mereka semakin mengakar di dalam hati. Allah berfirman, “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hambaNya, hanyalah ulama.” (QS. Fathir : 28) .

Rasa takut yang benar kepada Allah ini akan membuahkan beragam kebaikan yang begitu melimpah. Seperti kuat dalam ketaatan kepada Allah, semangat dalam beramal kebajikan, dan semangat dalam meninggalkan sekaligus memerangi kemaksiatan. Rasa takut kepada Allah akan menghalangi seseorang dari berbuat dosa dan kemaksiatan. Namun rasa takut yang benar itu tidak akan pernah muncul melainkan dari ilmu yang lurus.

3. Orang yang Baik .

Apabila Allah menghendaki agar seorang hamba menjadi baik, maka Allah akan menjadikan orang tersebut paham dengan agama. Sebagaimana hadits nabi, “Barangsiapa yang Allah kehendaki menjadi baik, maka Dia akan membuat orang tesebut paham ilmu agama.” (Riwayat Al-Bukhari) .

Tentu saja, pemahaman ini bukan sesuatu yang datang begitu saja tanpa usaha dan perjuangan. Namun pemahaman tersebut hanya bisa diperoleh dengan cara belajar alias menuntut ilmu. Sehingga di dalam syari’at Islam, tidak dikenal adanya ilmu laduni yang menjadikan orang bisa memahami sesuatu tanpa belajar dan menuntut ilmu. Jelas sudah, bahwa ilmu agamalah yang menyebabkan seorang bisa orang baik.

4. Mudah Menuju Jannah .

Jalan ke surga bukanlan sesuatu yang lempang dan mudah untuk ditempuh. Banyak sekali aral melintang dan hambatan untuk menuju ke arahnya. Nah, dengan ilmu seseorang menjadi lebih mudah untuk meraih surga. Yang demikian itu sangat jelas diterangkan oleh Rasulullah SAW dalam sebuah haditsnya, “Barangsiapa yang menempuh jalan dalam rangka mencari ilmu, maka Allah akan menunjukinya satu jalan di antara jalan ke jannah.” (Riwayat Abu Dawud dan At-Tirmidzi). .

Masih banyak lagi keutamaan dari ilmu agama yang belum diungkapkan disini.

Ilmu yang Mana…?

Sebenarnya, dari berbagai ayat dan hadits yang ada, jelas sekali menerangkan tentang keutamaan ilmu agama, bukan ilmu yang lain. Ilmu yang dimaksud adalah ilmu syari’at yang mengajarkan apa saja yang harus dilakukan oleh seorang mukallaf tentang urusan agamanya, baik berupa ibadah maupun muamalah. Ilmu tersebut meliputi ilmu tentang Allah, sifat-sifatNya, dan apa saja yang harus kita lakukan untukNya dan yang kita hindari untuk mensucikanNya. Bila demikian, ilmu yang dimaksud adalah ilmu agama yang berkisar pada ilmu tafsir, hadits, dan fiqih. .

Ibnu Hajar dalam kitab Fathul Bari menjelaskan bahwa salah satu di antara hal yang menunjukkan keutamaan ilmu dan kewajiban untuk selalu menambahnya adalah firman Allah kepada Rasul-Nya, “Dan katakanlah : Ya Rabbku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.” (QS. Thaha : 114).

Allah tidak memerintahkan NabiNya agar minta tambah atas sesuatu pun selain ilmu. Dan maksud dari ilmu di sini adalah ilmu syar’i yang membuat seorang hamba mengenal RabbNya Yang Mahasuci, dan mengetahui apa yang diwajibkanNya kepada para hamba dalam beragama, baik dalam masalah ibadah maupun muamalah. .

Demikianlah, ilmu yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan hadits adalah ilmu agama. Tentu saja hal ini tidak berarti meniadakan kemanfaatan ilmu-ilmu umum, cuma saja, yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits untuk menguatkan pentingnya ilmu dunia bisa saja menjadi sesuatu yang wajib pula dituntut oleh sebagian kaum muslimin. Di antaranya, ketika ilmu duniawi tersebut bermanfaat dan menambah kekuatan kaun muslimin. Wallahu a’lam.

%d blogger menyukai ini: